///////// LOVEBLOG /////////

Orang Besar

February 23, 2009 · Leave a Comment

soekarno-hatta

jenderal-sudirman

Kemarin baru saja saya mendengar dan mendapat pelajaran yang sangat berharga dari seorang speaker di sebuah acara. Dimana dikatakan bahwa bila kita mengerjakan sesuatu yang besar untuk kepentingan manusia lain dan sekitar kita percayalah pertolongan dari Yang Maha Kuasa akan selalu datang membantu. Bila kita mengambil tanggung-jawab sebesar 100 persen, 5 persen dari itu adalah kemampuan kita sedangkan yang 95 persen adalah bantuan dari Tuhan. Jadi mengapa kita tidak mengambil tanggung jawab sebesar 1000 persen saja sekalian, atau sejuta.

Itulah mengapa orang-orang besar terlihat seperti manusia super yang dalam nalar kita seperti mempunyai kemampuan yang luar biasa. Dari statemen diatas dapatlah kita memahaminya, bahwa mereka mendapat bantuan tangan Tuhan dalam membantu mengerjakan tanggung jawab yang sangat besar yang mereka ambil. Apalagi mereka melakukan tanggung jawab untuk membantu sesama dan sekitarnya. Mereka tidak pernah takut, karena mereka yakin bahwa Tuhan akan selalu menolongnya.

Para tokoh dan orang-orang besar itu mengambil tanggung jawab yang lebih besar daripada yang orang lain ambil. Maka semakin besar pulalah pertolongan Tuhan kepadanya. Pertolongan itu bisa saja datang dalam bentuk orang-orang disekitarnya yang akan membantu. Karena biar bagaimanapun kemampuan manusia ada batasnya. Itulah sebabnya kita sebagai makhluk sosial membutuhkan manusia lain. Keyakinan yang teguh akan Tuhannya akan selalu membantu mereka tetap teguh dengan tanggung jawabnya.

Ah itulah mengapa orang tuaku selalu berpesan agar aku menjadi orang besar, bukan hanya orang yang mempunyai nama besar…

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Bersikap Dewasa

February 22, 2009 · Leave a Comment

Kedewasaan tidak berhubungan dengan besarnya angka usia seseorang atau lama hidupnya. Karena berapa banyak orang yang mengaku sudah banyak makan asam garam tapi bersikap tidak dewasa. Sepertinya percuma saja dia banyak makan asam garam kalau tidak pernah merenungi dan memaknai rasanya, hanya asam dan asinlah yang didapat. Kehidupan yang telah dilalui sepanjang usia haruslah menjadi renungan dan pembelajaran dalam membentuk karakter dan sikap ‘dewasa’ seorang manusia. Jangan cuma terlewatkan sia-sia.

Saya jadi teringat kisah Muhammad, seorang Rasul yang saya kagumi. Pernah satu waktu belia mendengar seorang sahabat bercerita tentang sorang anak kecil yang berbicara kebenaran tetapi sahabat itu tidak mempercayainya padahal apa yang dikatakan oleh bocah itu adalah suatu kebenaran yang di ‘iya’ kan oleh sang Rasul, lalu beliau bersabda ‘Janganlah melihat siapa yang mengatakan tapi lihatlah apa yang dikatakannya jika itu suatu kebenaran’.

Dari kisah itu dapat dipetik pelajaran bahwa seorang dengan usia yang kecil (baca: muda) pun bisa memaknai kebenaran dan bersikap dewasa. Karena dia merenungi dan belajar dari kehidupannya. Jadi memang sikap ‘dewasa’ tidak berhubungan dengan usia seseorang…

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Teh Tawar Panas

November 21, 2008 · Leave a Comment

Secangkir teh tawar panas hanyalah segelas air panas yang dicampur dengan teh. Tetapi dia akan sangat berarti bila dinikmati bersama orang-orang yang kita cintai. Seperti yang digambarkan oleh iklan-iklan “teh” yang sering kita saksikan di televisi dan diberbagai media, dimana secangkir teh menjadi begitu berarti dalam menghadirkan keakraban diantara keluarga, rekan dan orang tercinta.

Begitulah kebahagiaan bukan hanya diperoleh dari hal-hal yang besar. Kalau boleh saya mengutip status facebook seorang teman, dia menuliskan hari ini “menghayati kebahagiaan yang datang dari hal-hal kecil”. Dari situlah saya mencoba memaknai secangkir teh tawar panas yang apabila dihayati dan dirasakan kenikmatannya akan menjadi sumber kebahagiaan. Karena kebahagiaan harus kita ciptakan sendiri. Kita tidak akan bisa menemukan kebahagiaan dimanapun kalau diri kita tidak bisa menciptakan dan merasakannya.

Sifat ekstase yang bisa kita dapatkan dari secangkir teh tawar panas akan membawa kesuatu pengalaman batin yang menyenangkan. Karena saya menyukai teh tawar panas, saya hanya akan membahas tentangnya tanpa mengesampingkan minuman-minuman yang lain. Sebegitu berpengaruhnya sebuah minuman bagi kehidupan dan kebahagiaan kita. Maka tidak heran kalau ada pepatah yang mengatakan “Hidup hanya untuk sekedar mampir ngombe (minum)”. Sebuah ungkapan untuk menggambarkan sebuah aktifitas yang singkat dan sepele sepertinya, tapi sangat berarti dan penting bagi kehidupan kita kelak.

So..nikmatilah secangkir teh tawar panas

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Kepompong Atau Kedondong?

November 20, 2008 · Leave a Comment

Dulu kita sahabat

Dengan begitu hangat

Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat

Berteman bagai ulat

Berharap jadi kupu-kupu

Kini kita berjalan berjauh-jauhan

Kau jauhi diriku karena sesuatu

Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan

Namun itu karena ku sayang

Persahabatan bagai kepompong

Mengubah ulat menjadi kupu-kupu

Persahabatan bagai kepompong

Hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong

Maklumi teman hadapi perbedaan

Persahabatan bagi kepompong

Persahabatan bagai kepompong….Begitulah ungkapan yang akhir-akhir ini sering kita dengar melalui sebuah lagu. Sebuah ungkapan yang menggambarkan sebuah persahabatan yang dalam pengertian lagu itu harusnya seperti sebuah kepompong yang bisa merubah sesuatu menjadi indah, yang dianalogikan sebagai seekor kupu-kupu.

Sebuah karya pastiche yang cerdas dari seorang bocah dengan nickname Sindentosca yang sejak lama saya kagumi. Seorang remaja yang boleh dikatakan tidak ‘punya kerjaan’ selain asik mengutak-atik komputer di kamarnya. Sehingga dia punya cukup banyak waktu untuk menghasilkan musik dari komputer dan keterbatasannya. Semua dilakukan sendiri, dari mulai membuat music dasar yang dihasilkan sebuah program komputer, take vokal dan gitar, sampai me-mixing-nya dan bahkan membuat video klip-nya dengan software seadanya. Semua dikerjakan dalam diam. Sampai akhirnya semua hasil kegilaanya menjadi sesuatu yang bisa dinikmati dan menginspirasi banyak orang. Sebuah ketekunan yang patut dihargai.

Oke kembali kita memperbincangkan arti sebuah persahabatan yang digambarkan bocah ini. Sebuah ungkapan yang sederhana tetapi mengandung banyak makna dan renungan. Adalah dua orang manusia yang saling mereduksi dan menyatukan ego mereka dalam sebuah persahabatan menjadi ego ideal, yaitu mekanisme psikis dalam psikoanalisis Lacanian yang memampukan kita mengidentifikasi diri dengan orang lain, serta menjadikannya sebagai model dalam menjalani kehidupan, dalam hal ini persahabatan. Keduanya harus memahami makna dialogisme. Begitulah idealnya yang saya baca dari lagu ini. Dan kalau persahabatan tidak bisa seperti itu, kita pinjam saja istilah seorang teman yang lagi-lagi saya baca di status facebook-nya “Persahabatan bagai kedondong”. Yah kedondong, buah yang mempunyai biji yang sangat complicated. Enak diluar, hancur didalam. Bayangkan saja sendiri…

Download lagunya disini

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Membelah jiwa

November 3, 2008 · Leave a Comment

Pernahkah satu saat kita merasa terganggu dengan yang namanya teknologi?. Sesuatu yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan kita. Tapi disatu sisi malah kita menjadi tergantung dengannya. Satu contoh benda kecil yang sering dibawa kemanapun kita pergi; Hand phone. Kita akan membayangkan beberapa tahun yang lalu sebelum benda kecil itu diciptakan. Komunikasi kita pasti banyak mendapat kendala. Pada saat membuat janji bertemu dengan seseorang tentu akan sangat sulit bertemunya. Itulah yang terbayangkan oleh kita. Tetapi melihat kenyataannya dahulu, kita tetap bisa bertemu dengan orang itu. Manajemen waktu dan tempat juga diatur sedemikian rupa agar pertemuan itu terlaksana dengan lancar. Kembali ke saat ini, dimana kadang kita menjadi meremehkan itu semua. Beranggapan bahwa dengan benda kecil itu, dapat mempermudah pertemuan kita. Yang akhirnya malah main ‘cari-carian’ satu sama lain. Merepotkan, karena ketergantungan kita, yang akhirnya meremehkan manajemen waktu dan tempat kita. Keseharian kita menjadi tidak bisa terlepas dengan benda kecil itu.

Ada satu kasus lain yang sering membuat saya terheran-heran, atau mungkin karena saya tidak pernah menikmatinya. Berkurangnya komunikasi dengan disertai emosi yang terlihat dan interaksinya. SMS menjadi alternatif pengganti komunikasi dengan orang-orang sekitar. Tulisan dan bahasa yang sudah bertransformasi mengikuti bentuk layar dan kecepatan jempol saat mengetik. Kadang menjadi bias, arti dan emosinya. Menimbulkan kesalah-fahaman kita menangkap maksud dari tulisan yang tertera di layar. Belum lagi teknologi sekarang yang bernama Instant Messenger melalui berbagai penyedia layanan ini. Kita dapat berkomunikasi melalui tulisan dengan teman-teman tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan asiknya kita berjalan dan berinteraksi dengan orang disekitar, tapi disaat yang sama juga bisa berkomunikasi dan bercanda dengan teman-teman kita yang berada di lain tempat. Saya jadi teringat dengan kegemaran saya terhadap komik-komik silat lokal jaman dulu. Ada satu jurus ‘Membelah Raga’ andalan salah satu pendekar tapi biasanya sih ini jurus sang tokoh antagonisnya yang dapat membagi raganya menjadi banyak dan dapat berada diberbagai tempat pada saat bersamaan untuk mengalahkan sang jagoan. Begitulah kira-kira perumpamaan saya. Terkadang saya memang merasakan ‘ketidak hadiran’ sang teman yang sedang asik terbuai dengan kenikmatan yang diberikan teknologi dan sedang ‘membelah’ itu – mengikuti istilah dunia persilatan tadi -, dengan sedikit menghiraukan teman didekatnya. Atau jangan-jangan mereka memang mempunyai ilmu ‘Membelah Raga’ seperti para tokoh yang saya ceritakan tadi, tapi lebih tepatnya sih ilmu ‘Membelah Jiwa’, karena wadag kasar mereka masih ada disatu tempat yaitu didekat kita. Cuma jiwanya saja yang melayang-layang entah kemana.

Jiwa-jiwa yang melayang melintasi ruang dan waktu. Saya tidak tahu apakah istilah yang saya tulis ini terlalu berlebihan atau karena saya terlalu banyak nonton film-film action propagandanya Hollywood. Tapi memang begitulah keadaan orang yang sedang trance dengan teknologi, contohnya hal-hal diatas tadi. Sisi humanis dan sosial kita sebagai manusia menjadi nisbi disini. Karena dalam berkomunikasi dengan fasilitas teknologi ini, emosi dan ekspresi hanya diwakili oleh ikon-ikon lucu atau buddy icon, yang terbatas. Hanya itulah yang mewakili emosi dan ekspresi kita. Akan ada bias dengan orang yang menerima pesan. Memang tulisan dan pesan yang terkirim dapat dibaca dan diketahui sifat dan emosi si pengirimnya, walaupun sesungguhnya banyak yang tidak kita ketahui dibalik pesan melalui tulisan yang terbaca. Bersembunyi dibalik angka-angka binair kode penulisan yang diwakili angka 0 dan 1 dalam dunia internet yang memfasilitasi komunikasi mereka. Bandingkan dengan komunikasi tatap-muka langsung, akan diketahui dan dapat dirasakan emosi dan ekspresi yang menyertai komunikasi itu, dengan saling menatap mata lawan bicara untuk mengetahui apa yang ada dibaliknya.

Ah saya jadi merindukan saat dimana saya dan teman-teman mengobrol ‘ngalor-ngidul’ disebuah pos ronda dekat rumah, sambil menyeruput secangkir kopi atau teh panas dan menyantap pisang goreng hangat. Interaksi yang terjadi juga begitu hangat karena mereka menyertakan emosi saat berkomunikasi satu sama lain. Inilah kerinduan manusia yang terjebak didunia antah berantah dengan segala macam teknologinya yang membantu, merepotkan dan kadang menyebalkan. Itu semua hanya contoh kecil kasus persinggungan kita dengan teknologi. Masih banyak kasus-kasus lain yang mungkin dan bahkan sering menimpa kita. Baik tentang nikmatnya dan kemudahan bahkan menyebalkannya teknologi.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

October 19, 2008 · Leave a Comment

Aku bisa rasakan………..
apa yang kau rasa

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

October 10, 2008 · Leave a Comment

Pernahkah kau merasakan

kerinduan yang amat sangat
Kerinduan yang tidak terobati
hanya dengan membayangkan
keindahannya

Pernahkah kau merasakan
keinginan yang begitu menggebu
Keinginan yang tidak terpuaskan
hanya dengan bertemu
menatapnya

Pernahkah kau merasakan
keinginan untuk menyentuhnya
Keinginan yang tidak sirna
hanya dengan menyentuh
wujudnya…

Tapi jiwanya

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

September 20, 2008 · Leave a Comment

Jiwamu diciptakan di dunia
Hanya untuk menemani jiwaku
Menjelajahi Samudera Kehidupan
Sampai akhir

Yang aku butuhkan bukan jasadmu yang fana
Tapi jiwamu untuk kubawa kembali
Dalam keabadian tanpa batas ruang dan waktu

Kamu juga tahu, karena rasa yang sejati
Tak akan pernah bisa diingkari dari hati yang paling dalam

Karena itu berasal dari Samudera Illahi
dan terbebas dari nafsu hewani dan ego . . .
Itu yang disebut Cinta Sejati

Akan kubangunkan jiwamu yang sudah lama tertidur
Supaya tersadar dalam kesadaran Surgawi
Karena aku adalah engkau dan engkau adalah aku

www.haqqanirabbani.asia

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

209

September 20, 2008 · Leave a Comment

Semoga cahaya langit
selalu menerangi jalan
dan langkahmu
untuk menempuh semua
harapan yang didamba
dalam setiap doa
yang terpanjatkan

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

September 19, 2008 · Leave a Comment

Sejujurnya aku takut akan ketinggian
Tapi saat ini aku terlalu tinggi
melambungkan anganku

Aku takut kalau jatuh nanti
akan terasa sakit yang amat sangat

Aku tidak bisa berdiam diri berpijak di bumi
Jika melihat di angkasa begitu indah
Terbentang langit yang luas untuk dijelajahi
dan diselami

Akankah anganku mencapainya

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized